Selamat Datang Di Blog KAPMI Daerah Jakarta Barat Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) Daerah Jakarta Barat

Kesetuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia

Bertempat di SMA Al - Azhar Kebayoran tanggal 04 April 1999 lahirlah sebuah organisasi pelajar yang merupakan gabungan dari tujuh organisasi pelajar di DKI Jakarta

Berlangganan Berita

Sign up to receive latest news

Rabu, 13 April 2011

| 0 komentar |

KSR JILID 2


Assalamu'alaikum,,,,
hadirilah acara komunitas acara rohis jilid 2,,
Waktu&tempat:Taman pelangi,pukul 09.00 sampai selesai,,,,
insya allah acara'a bermanfaat,,,

cp:jatmiko(083897994534)
anis(085719836212)
»»  read more

Rabu, 02 Maret 2011

| 0 komentar |

TRAINING CERDAS BERMORAL


Pada hari Ahad, 6 Februari 2011 bertempat di Auditorium Universitas Yarsi berkumpulah pelajar-pelajar SMA/K/MA se-DKI Jakarta dengan tujuan yang sama yakni perubahan bagi kehidupan pelajar. Acara yang diselenggarakan KAPMI (Kesatuan Aksi pelajar MuslimIndonesia) itu bernama TCB (Training Cerdas Bermoral) yang bertemakan tentang “Mengembalikan Identitas Pelajar Indonesia yang Berkarakter Cerdas Bermoral”, mampu menyita perhatian para pelajar di ibukota Negara Indonesia ini. Mereka dengan antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang ada seperti beberapa seminar dan talkshow. Adapun Seminar terdiri dari 2 sesi, yaitu :

Sesi 1 Diisi oleh Adhyaksa Dault (Mantan Menpora) dengan tema “Jiwa Pemuda yang Cerdas dan

Berlandaskan Moral”

Sesi 2 Diisi oleh Ratna Megawangi (Pakar pendidikan Karakter) denagn tema “Karakteristik Terpenting

yang Harus Dimiliki Pelajar”

Talkshow yang bertemakan “Pelajar Cerdas Bermoral” turut mengundang

ü Himpunan Masyarakat Tolak pornografi (MTP)

ü Badan narkotika nasional (BNN)

ü Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA)

Apa sih Training Cerdas Bermoral itu ? Training Cerdas Bermoral adalah salah satu sarana yang KAPMI berikan untuk teman-teman pelajar agar paham akan nilai cerdas bermoral. Nilai-nilai yang telah lama hilang dari dalam jati diri pelajar. Mengingat keadaan pelajar-pelajar dewasa ini sangat ironis. Budaya kekerasan, kecurangan, porno, narkoba dan budaya-budaya yang tak pantas ada pada pelajar kini merajalela. Sudah sepatutnya kita yang masih dalam kalangan mereka yakni pelajar bangkit dalam keterpurukan ini. Tak hanya bangkit sendiri, namun ikut membantu membangunkan teman-teman yang lain dari jurang kemaksiatan itu.

Dengan menyebut nama ALLAH, mari kita ikrarkan diri kita menjadi pelajar yang NO PDBFS (NO Porn, NO Drugs,NO Bullying, NO Free Sex) !!

Bagi teman-teman yang ingin mendapatkan info lebih jelas silahkan buka aja http://pelajarcerdasbermoral.blogspot.com

»»  read more

Selasa, 31 Agustus 2010

Mulai Masalah Moral Hingga Akibat Salah Didik


PEMBERITAAN mengenai tindakan mesum yang dilakukan para remaja seolah tak ada hentinya.
PACARAN seminggu, siswi SMP digagahi pelajar SMK. Sejoli digrebek berduan dalam kamar kos. Kalimat di atas merupakan sedikit dari banyaknya pemberitaan yang dapat menggambarkan turunnya moralitas sebagian remaja Kota Samarinda masa kini. Parahnya, tindakan tersebut justru marak ditemukan saat Ramadan.
Lantas bagaimana seharusnya para orangtua menanggapi masalah ini? Ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda Hj Aminah Amins memberikan gambaran. Ia mengaku
prihatin terhadap kondisi tersebut. Dia mengatakan, merosotnya moral para remaja sekarang, menjadi penyebab utama seringnya mereka terlibat aksi amoral.
Istri walikota Samarinda H Achmad Amins ini berpendapatan, melencengnya kualitas pendidikan yang diterima remaja sekarang juga salah satu penyebab turunnya moral generasi bangsa. "Setiap hari, ada saja remaja yang ketahuan mesum. Kalau tidak yang itu, terlibat masalah yang ini. Yang jelas setiap hari pemberitaan soal remaja selalu menghiasi," terang Aminah.
Dia mengatakan, kenakalan yang di remaja selalu diidentikkan dengan menurunnya kualitas moral. Hal ini dapat dilihat dari tindakan mereka. "Kemampuan intelektual remaja tak dikaitkan lagi dengan moralitas. Pendidikan dan moralitas seperti menjadi sesuatu yang terpisahkan," ulasnya.

Mundurnya kualitas moral remaja, kata Aminah Amins, lebih banyak akibat salah didik yang diberikan para orangtua. Peran orangtua, katanya, memiliki peran yang sangat vital terhadap perkembangan metal anak remaja.
Dia bahkan mengatakan, perhatian yang diberikan pemerintah saat ini dalam hal pendidikan moral seakan tak berjalan lurus dengan pendidikan yang diberikan orangtua.
"Percuma pemerintah koar-koar soal perhatian terhadap pendidikan, kalau orang tua tidak pernah peduli dengan moral anaknya," sindir Aminah.

Dirinya mengklaim, sampai saat ini pemerintah terus memberikan perhatian maksimal kepada perkembangan moral remaja. Terbukti dari tingginya anggaran yang tersedot untuk pendidikan.
"Selain itu, kesejahteraan para tenaga pendidik juga menjadi perhatian agar berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang diberikan," pungkasnya. (abdurrahman amin) samarinda pos
»»  read more

Minggu, 29 Agustus 2010

Gubsu Buka Konferwil XII IPNU Sumut di Medan


Dua Kandidat Ketua PW Mencuat: Gunawan dan Thamrin HarahapMedan (SIB)
Konferensi Wilayah XII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (Konferwil IPNU) Sumut dibuka Gubsu H Syamsul Arifin SE di Wisma PHI Jalan Binjai Km 5,8 Medan berlangsung sukses, Jumat (27/8).

Acara yang dirangkai buka puasa bersama itu dihadiri Ketua Umum PP IPNU Ahmad Syauqi MHum, Tausyiah PW NU Sumut H Ashari Tambunan, Ketua DPD KNPI Sumut Ir HA Yasir Ridho Lubis, Ketua PW IPNU Sumut Parulian Siregar, Ketua Dewan Penasehat IPNU Sumut Drs Rasman Arif Nasution SH, Majelis Alumni IPNU Sumut M Choirun Siregar, Sekretaris DPD KNPI Sumut Ahmad Lubis, mewakili Kakanwil Kemenag Sumut, mewakili Kapoldasu dan para undangan.
Gubsu H Syamsul Arifin SE melalui Kadis Pendidikan Sumut Drs H Bahrumsyah MM mengharapkan kepada segenap jajaran IPNU kiranya mampu melahirkan para pemimpin ke depan serta insan-insan memiliki kemampuan intelektual dan manusia cerdas guna membangun bangsa
Ketua Umum PP IPNU Syauqi MHum mengatakan, IPNU merupakan garda terdepan Ormas NU (Nahdlatul Ulama) harus memiliki semangat dan pembelajaran tinggi dan bukan sekedar menciptakan inovasi sehingga mampu berjuang dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
Ketua PW IPNU Sumut Parulian Siregar meminta kepada segenap kader-kader IPNU Sumut untuk tetap membangun kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta mampu mengembangkan organisasi ke depan

Majelis Alumni IPNU Sumut M Choirun Siregar berpesan kepada seluruh peserta kiranya mematuhi aturan atau tata tertib selama berlangsungnya konferensi wilayah guna melahirkan program kerja maupun kepengurusan organisasi 2 tahun mendatang.
Ketua Dewan Penasehat IPNU Sumut Drs Rasman Arif Siregar SH berharap kepada pengurus IPNU terpilih nanti terus melanjutkan estafet kepemimpinan demi kebesaran organisasi sehingga tetap solid dan eksis di tengah-tengah masyarakat.
Ketua DPD KNPI Sumut Ir HA Yasir Ridho Lubis mengajak para peserta bermusyawarah dengan mufakat guna menghasilkan keputusan-keputusan terbaik menyangkut program kerja maupun kepengurusan.

Tausyiah PW IPNU Sumut H Ashari Tambunan meminta kepada anggota maupun pengurus tetap bahu membahu serta bergandengan tangan membesarkan organisasi IPNU Sumut kiranya tetap diperhitungkan bahkan disegani berbagai kalangan.
Ketua Panitia Norman Ahmad Sinaga melaporkan, Konferensi Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumatera Utara XII berlangsung selama dua hari (27-28 Agustus) ini dihadiri 19 Cabang se-Sumut guna memilih Kepengurusan IPNU Sumut Periode 2010-2012 serta menetapkan program kerja 2 tahun mendatang.
Mencuat

Informasi berkembang di sela-sela Konferwil IPNU Sumut, dua kandidat Ketua PW IPNU Sumut yang mencuat adalah Gunawan (Sekretaris PW IPNU Sumut) dan Thamrin Harahap (Ketua PC IPNU Medan).
Menurut sejumlah peserta, kedua nama tersebut tidak asing lagi di kalangan organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumut akan bersaing ketat menjadi Ketua PW IPNU Sumut periode 2010-2012. (M 11/u)

»»  read more

Remaja Bangkitlah! Nyalakan Semangatmu


Berkata Ibnu Abbas r.a. berkata “Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda sahaja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘Alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda”. Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah swt: Qs. Al Anbiyaa:60,

Begitu besarnya sebenarnya peran Pemuda bagi Islam. Pemuda yang dipilah oleh Allah Swt untuk menegakkan agama Islam di bumi Allah Swt ini. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas r.a. Pemudalah yang nantinya akan melanjutkan kehidupan umat Islam di dunia. Dialah harapan satu – satunya. Begitu dibutuhkannya peran pemuda ini bagi Islam. Pemuda begitu dilema dengan berbagai kelebihan yang dia miliki yaitu umur yang masih muda tentunya, lalu otak yang cerdas yang mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan dengan mudah, waktu luang yang banyak, tenaga dan berbagai kelebihan yang ada pada diri seorang pemuda.

Namun bagaimana jika kemudian para pemudanya rusak. Generasi pemuda yang tertelan jaman globalisasi dunia barat. Apa yang bisa diharapkan. Mereka sudah terjebak gaya hidup jahiliyah dan masih suka menjadi bebek. Pemuda jaman sekarang suka ikut – ikutan tren padahalah mereka tak pernah mengetahui apakah itu halal atau haram. Suka berhura – hura. Mereka lebih suka pergi nonton bioskop daripada menghadiri pengajian di masjid. Suka menyibukkan diri untuk urusan bermain, bersenang – senang, hura- hura, dan mengumbar hawa nafsu. Tanpa ada hal lain yang dipikirkannya. Gelombang gaya hidup inilah yang menyebabkan remaja terpuruk.

Padahal bukan begitu yang diinginkan oleh Islam. Pemuda memang sangat dibutuhkan perannya dalam Islam untuk menempati posisi yang strategis. Pemuda memiliki banyak potensial dan kemampuan yang jika diolah akan bermanfaat. Namun jika pemudanya seperti ini bagaimana kelanjutannya generasi Islam selanjutnya. Siapa yang akan meneruskan perjuangan Islam agar dapat menjadi rahmatan lil alamin. Sebagai pemuda sudah seharusnya agar menjaga eksistensi Islam di dunia ini. Contohlah pemuda – pemuda tauladan di jaman Rosulullah Saw. Mereka adalah pemuda yang terbaik. Jadi tak heran Rosulullah mengatakan bahwa masaku ini adalah generasi terbaik. Sebagai contoh Mus’ab Bin Umair yang rela meninggalkan kemewahannya sebagai putra bangsawan hanya demi bertemu Muhammad Saw untuk memeluk Islam dan dia juga seorang pemuda yang cerdas berakhlak mulia dan seluruh hidupnya dia persembahkan hanya untuk beribadah dan berjuang di jalan Allah Swt. Lain lagi Sa’id Bin Umar yang setelah masuk Islam dengan lantang dan berani, dia berpidato di hadapan kaum Quraisy mengatakan kebenaran Islam. Dia menjadi teladan satu-satuya bagi orang orang mu’min yang membeli kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia. Dia lebih mengutamakan keridhaan Allah dan pahala daripada-Nya di atas segala keinginan hawa nafsu dan kehendak jasad. Lalu sahabat Rosul lain yang bernama Sa’ad Bin Abi Waqash, menjadi pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam. Padahal beliau masih berumur 16 tahun waktu itu. Ali Bin Abi Tholib yang masih berumur 10 tahun sudah dimintai pendapat oleh Rosul. Dikarenakan kecerdasannya. Masih banyak lagi pemuda Islam jaman Rosulullah Saw yang dapat dijadikan contoh generasi pemuda sekarang.

Para pemuda seperti itulah yang sebenarnya didambakan Islam saat ini. Para sahabat Rosul yang masih remaja itu turut andil besar membawa Islam dan menyebarkan Islam. Hingga Islam sampai sebesar ini. Jadi tak dapat dipungkiri lagi bahwa eksistensi pemuda pada Islam dan kehidupan umat sangat penting. Bukannya malah sebaliknya. Maka pemuda Islam itu haruslah bangkit jauhi gaya hidup jahiliyah. Jangan terpengaruh hal yang negatif terutama yang saat ini menjadi faktor utama adalah media. Pemuda harus hati hati terhadap ini. Pemuda harus peka terhadap semua itu.

Wahai pemuda janganlah sia-siakan usia mudamu sebab itulah yang akan dipertanggung jawabkan kelak diakhirat nanti. Sebagaimana sabda Nabi Saw ”tidak beranjak kaki anak adam dari hadapan Allah hingga ditanya 5 hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa?tentang usia mudanya diisi untuk apa?tentang hartanya, darimana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”. (diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dari Ibn Mas’ud)

Jelas digunakan untuk apa usia muda kita, akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Apa digunakan untuk melaksanakan perintahnya, apa digunakan untuk larangannya. Pergunakanlah waktu mudamu sebelum waktu tuamu. Tingkatkan iman dan takwa kalian.. Bukannya sebaliknya. Kita gunakan usia muda kita dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Kita gunakan umur kita untuk berdakwah dan menegakkan panji – panji Islam diseluruh bumi Allah Swt ini. Saatnyalah pemuda bangkit dan bersatu. Di bawah akidah Islam berjuang bersama demi menjaga eksistensi Islam di dunia. Wahai para pemuda engkau adalah generasi pengganti, engkau adalah generasi pembaharu dan engkau adalah generasi penerus perjuangan. Pemuda harus bangkit, Nyalakan api semangat yang akan terus berkobar.
»»  read more